Kamis, 09 JULI 2026 • 14:12 WIB

Jawa Barat Perkuat Wisata Ramah Muslim, SWJ-MFT Award 2026 Resmi Diluncurkan

Author

Jawa Barat Perkuat Wisata Ramah Muslim, SWJ-MFT Award 2026 Resmi Diluncurkan

JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata ramah Muslim sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing destinasi wisata. Langkah tersebut sejalan dengan tren global yang menunjukkan pertumbuhan signifikan pasar wisatawan Muslim.

Berdasarkan data Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, segmen wisatawan Muslim menjadi salah satu pasar yang berkembang paling pesat di dunia. Melihat potensi tersebut, Pemprov Jawa Barat terus menyiapkan berbagai program untuk menghadirkan layanan dan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

Salah satu upaya yang telah dijalankan adalah penyelenggaraan Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award pada 2024. Program ini dirancang untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota bersama pelaku industri pariwisata menerapkan standar pariwisata ramah Muslim.

Pada penyelenggaraan perdana, penghargaan diberikan dalam enam kategori, yaitu Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik, Hotel Ramah Muslim Terbaik, Restoran Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik, serta Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik.

Program tersebut turut berkontribusi terhadap capaian Jawa Barat yang berhasil menempati posisi pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Selain melalui SWJ-MFT Award, penilaian juga didukung oleh keunggulan Jawa Barat pada aspek komunikasi, lingkungan, dan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Sementara itu, aspek aksesibilitas masih menjadi fokus pengembangan ke depan.

Empat indikator tersebut merupakan dasar penilaian IMTI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia, Enhaii Halal Tourism Center, serta CrescentRating sebagai lembaga pemeringkat pariwisata ramah Muslim berskala global.

Baca juga: Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Pariwisata Ramah Muslim, Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

Keberhasilan tersebut semakin memacu Pemprov Jawa Barat untuk mengoptimalkan potensi wisata ramah Muslim. Langkah ini dinilai relevan mengingat sekitar 97 persen penduduk Jawa Barat beragama Islam. Selain itu, provinsi ini juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki kebutuhan terhadap layanan wisata ramah Muslim.

Sejumlah strategi terus disiapkan guna menarik lebih banyak wisatawan Muslim, baik dari dalam maupun luar negeri. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media massa dan platform media sosial. Di sisi lain, Disparbud Jawa Barat bersama asosiasi pariwisata juga menyusun travel guide serta paket wisata eksklusif yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim.

Sebagai bagian dari peningkatan standar layanan di destinasi wisata, Pemprov Jawa Barat kembali menggelar SWJ-MFT Award 2026. Program ini tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi wadah pendampingan serta pelatihan intensif mengenai standar pelayanan (hospitality) bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata.

Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah kategori bertambah menjadi delapan, yakni:

  1. Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik.
  2. Hotel Ramah Muslim Terbaik.
  3. Restoran Ramah Muslim Terbaik.
  4. Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik.
  5. Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik.
  6. Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik.
  7. Desa Wisata Ramah Muslim Terbaik.
  8. Mall Ramah Muslim Terbaik.

Peluncuran SWJ-MFT Award 2026 dijadwalkan berlangsung di Masjid At-Thohir, Kota Depok, pada Kamis, 9 Juli 2026. Agenda tersebut juga akan dirangkaikan dengan peluncuran portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat.

"Pelaksanaan ini menunjukkan sinergi strategis yang saling melengkapi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini bukan dua program terpisah, melainkan satu siklus peningkatan mutu yang berkesinambungan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan.

Selain delapan kategori penghargaan, Disparbud Jawa Barat juga akan melakukan pendampingan pemenuhan standar wisata ramah Muslim pada dua objek prioritas, yakni infrastruktur transportasi berupa rest area dan daya tarik wisata religi berbasis ibadah melalui pengembangan masjid berkonsep wisata. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan infrastruktur pendukung pariwisata di Jawa Barat.

Masjid At-Thohir nantinya akan ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata religi di Jawa Barat. Selain itu, Rest Area Km 88 juga direncanakan mendapat penataan khusus agar memenuhi standar wisata ramah Muslim, baik dari sisi fasilitas, sarana pendukung, maupun penyediaan kuliner halal.

Baca juga: Raih Enam Kategori Terbaik, Jawa Barat Kembali Juara Umum Adinata Syariah 2026

Pengembangan pariwisata ramah Muslim juga diperkuat melalui inovasi digital. Disparbud Jawa Barat berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia dan Telkom University menghadirkan laman halaltravelbot.com yang menyediakan informasi mengenai kuliner halal, lokasi tempat ibadah, hingga budaya lokal Sunda. Platform tersebut disiapkan untuk menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya bagi wisatawan Muslim.

Dari sisi jaminan halal, data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) tahun 2025 mencatat Jawa Barat telah memiliki lebih dari 1,25 juta produk bersertifikat halal. Selain itu, terdapat 329 restoran yang telah mengantongi sertifikat halal serta 20 hotel dengan fasilitas dapur bersertifikat halal.

Berbagai langkah yang dilakukan tersebut turut mengantarkan Jawa Barat meraih penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year 2026. Penghargaan itu diberikan kepada wilayah di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) yang dinilai menunjukkan perkembangan paling menjanjikan dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim sesuai standar internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU