Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 18:08 WIB

10 Kelenteng di Bandung yang Menawarkan Nuansa Ibadah dan Nilai Sejarah

Author

10 Kelenteng di Bandung yang Menawarkan Nuansa Ibadah dan Nilai Sejarah (Instagram/@raynaldk)

JAWA BARAT - Kota Bandung tidak hanya dikenal melalui kawasan populer seperti Braga dan Dago, tetapi juga menyimpan ragam destinasi bernilai sejarah dan budaya. Salah satunya adalah keberadaan sejumlah kelenteng dan vihara yang tersebar di berbagai sudut kota.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, bangunan-bangunan ini menghadirkan keindahan arsitektur khas serta jejak perjalanan budaya yang panjang. Bagi masyarakat maupun wisatawan, mengunjungi kelenteng di Bandung dapat menjadi alternatif wisata religi dan edukasi yang memberi pengalaman berbeda.

Berikut sejumlah kelenteng dan vihara di Bandung yang dapat menjadi pilihan untuk dikunjungi:

1. Vihara Avalokitesvara Vipassana Graha
Vihara ini dikenal dengan suasananya yang tenang serta aktivitas keagamaan yang rutin dilaksanakan. Puja Bakti digelar setiap Kamis dan Minggu dan biasanya dihadiri banyak umat. Saat perayaan Waisak, tempat ini menjadi pusat kegiatan keagamaan yang berlangsung meriah.
Berlokasi di Jalan Taman Kopo Indah 2 Blok A3 No. 2, Margaasih, vihara ini buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB tanpa biaya masuk.

2. Vihara Ban Sian Tong
Bangunan vihara ini memadukan konsep modern dengan nuansa tradisional Tionghoa. Pilar kayu serta pencahayaan bernuansa hangat menghadirkan suasana khas di dalamnya. Meski tampak seperti gedung perkantoran dari luar, interiornya tetap mempertahankan nilai budaya.
Alamat: Jalan Pagarsih No. 158, Jamika, Bojongloa Kaler.

3. Vihara Dharma Ramsi
Terletak di kawasan gang yang relatif tenang, vihara ini menawarkan suasana yang kondusif untuk beribadah dan meditasi. Patung Buddha di bagian dalam menjadi salah satu daya tariknya.
Berlokasi di Gang Ibu Aisah No. 18, Jamika, dan buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.

Baca juga: Imlek 2026 di Subang: Tradisi, Lokasi, dan Kegiatannya

4. Vihara Giritoba
Vihara ini memiliki 23 altar yang dihiasi patung Buddha dan Kwan Im Posat. Di dalamnya juga tersedia ruang khusus untuk penghormatan kepada leluhur.
Alamat: Jalan Bojongloa No. 70, Panjunan, Astanaanyar. Jam operasional Senin–Jumat pukul 08.00–17.00 WIB.

5. Vihara Karuna Mukti
Mengusung konsep sederhana dengan dominasi elemen kayu, vihara ini menghadirkan suasana hangat dan nyaman. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses pengunjung.
Terletak di Jalan Pasundan, Balonggede, Regol. Buka Senin–Jumat pukul 08.00–17.00 WIB.

6. Vihara Kesejahteraan
Bangunan vihara ini mempertahankan karakter arsitektur lama dengan dominasi warna merah. Meski tampak tertutup dari luar, suasana di dalamnya terasa ramah dan nyaman untuk beribadah.
Alamat: Jalan Kebon Jukut No. 9, Babakan Ciamis. Buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.

7. Vihara Maitreya Datu
Vihara ini memiliki desain yang lebih modern dengan penataan ruang yang bersih dan rapi. Pelayanan pengelola yang ramah menjadi nilai tambah bagi pengunjung.
Berlokasi di Jalan Kebon Sirih No. 21, Babakan Ciamis.

Baca juga: Imlek 2026 di Bawah Energi Kuda Api, Ini Shio yang Berpeluang Bersinar

8. Vihara Satya Budhi
Sebagai salah satu kelenteng tertua di Bandung, vihara ini telah berdiri sejak tahun 1855. Arsitekturnya didominasi warna merah dan hijau, dengan patung Guan Gong sebagai ikon utama.
Alamat: Jalan Kelenteng No. 10, Ciroyom, Andir. Buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB.

9. Vihara Tanda Bhakti
Menggabungkan unsur tradisional dan modern, vihara ini kerap menjadi pusat perayaan hari besar keagamaan. Lokasinya berdampingan dengan Vihara Satya Budhi sehingga mudah dikunjungi dalam satu waktu.
Berlokasi di Jalan Kelenteng No. 10, Ciroyom, Andir.

10. Vihara Vimala Dharma
Meski tidak terlalu besar, vihara ini menawarkan suasana ibadah yang khusyuk. Area halamannya dilengkapi patung Buddha yang menambah kesan spiritual.
Terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 5, Tamansari, Bandung Wetan.

Baca juga: Imlek 2026, Pemkot Bandung Dorong Persatuan dan Kolaborasi Lintas Agama

Keberadaan kelenteng dan vihara tersebut menunjukkan kekayaan sejarah dan keberagaman budaya di Kota Bandung. Selain menjadi tempat ibadah, bangunan-bangunan ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran tentang nilai toleransi, tradisi, dan perjalanan komunitas Tionghoa di kota ini.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IDN Times

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU